Pentingnya Belajar al-Qur'an & Menghafalnya

Oleh. Ust. M. Hidayatulloh, S.Th.I

( Kordinator BTQ MTs Darussalam )

    Pada tahun ajaran baru ini, MTs Darussalam menerapkan pengelompokan kelas berdasarkan kemampuan mengaji siswa. Kelas paling tinggi adalah kelas yang dihuni oleh siswa yang paling unggul dalam kemampuan mengajinya. Mengapa demikian?

        Ini merupakan salah satu upaya dan komitmen sekolah untuk menjadikan siswa-siswi MTs Darussalam menjadi pribadi yang qurani dan berakhlaqul karimah. Melalui Madrasah Al-Qur’an sebagai program pembinaan Al-Qur’an di MTs Darussalam diharapkan mampu mengajarkan, mendidik dan membina santri, baik dari segi bacaan, hafalan, isi kandungan, maupun pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi di zaman yang serba online yang seperti  . Jika siswa tidak memiliki bekal ilmu dan penguasaan terhadap Al-Qur’an, maka besar kemungkinan ia akan hanyut oleh arus perkembangan zaman yang semakin menyimpang. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

 “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS. Al-Isra’: 9)

 

    Program Madrasah Al-Qur’an MTs Darussalam yang pertama adalah Tartil, yakni membaca Al-Qur’an Binnadhar 30 juz. Bagi siswa yang masih belum baik bacaannya sesuai kadiah ilmu tajwid, maka ia harus mendalami terlebih dahulu fashohah Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaannya. Program ini secara praktis membiasakan siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tanpa tergesa-gesa, membaca dengan tartil atau lagu sehingga bisa menghayatinya.

     Sedangkan bagi yang belum bisa membaca sama sekali, maka ada program Jilid yang harus ditempuh sebagai dasar mengenal huruf-huruf hijaiyah, artikulasi dan ilmu tajwidnya. Pada tingkat lanjut, siswa yang sudah memenuhi syarat akan dimasukkan pada kelas tahfidz, yakni kelas menghafal Al-Qur’an.

 

    Mengingat betapa pentingnya kita belajar Al-Qur’an, banyak sekali hadis yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamannya. Diantaranya yaitu:

  1. Menjadi hamba terbaik, baik yang belajar maupun yang mengajar.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari)

  1. Menjadi lumbung pahala dan ibadah bagi orang tua

مَنْ عَلَّمَ اِبْنَالَهُ الْقُرْآنَ نَظَرًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَا تَأَخَّرَ وَ مَنْ عَلَّمَهُ إِيَّاهُ ظَاهِرًا فَكُلَّمَا قَرَأَ الْإِبْنُ آيَةً رَفَعَ اللهُ بِهَا لِلْأَبِ دَرَجَةً حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى آخِرِ مَا مَهَهُ مِنَ الْقُرْآنِ

“Barang siapa yang mengajari anaknya membaca al-Qur’an dengan melihat (pada mushaf) maka dosanya yang telah lalu dan akan datang diampuni. Dan barang siapa yang mengajarinya membaca al-Qur’an dengan hafalan maka setiap anak itu membaca satu ayat Allah mengangkat satu derajat untuk ayahnya sampai pada akhir al-Qur’an yang dibaca” (HR. Thabrani)

Selain itu, khusus untuk program tahfidz, banyak juga keutamaan2 yang bisa diraih oleh penghafal quran. Diantaranya yaitu:

  1. MEMBANGUN KARAKTER SUKSES

Santri/siswa yang menghafal quran pada dasarnya sedang membentuk  karakter suksesnya sendiri. Mereka dituntut disiplin dalam mengelola waktu agar tidak terbengkalai dalam menambah dan memuroja’ah hafalan. Mereka juga dituntut untuk patuh pada gurunya atau aturan yang berlaku agar tidak melenceng dari tujuan utamanya. Bahkan mereka juga dituntut untuk mandiri, karena tanpa kemauan yang keras dari dirinya sendiri mustahil dia bisa berhasil dalam menghafal Al-Qur’an. Karakter-karakter seperti inilah yang sesungguhnya sedang dibangun oleh para santri/siswa yang menghafal Al-Qur’an. Dengan begitu, ia sedang menaiki tangga kesuksesannya sedikit demi sedikit.

 

 

Gambar.1

Kegiatan santri saling menyimak hafalan

2. BUKTI KITA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Cara terbaik untuk berbakti kepada orang tua adalah dengan menghafal Al-Qur’an. Sepanjang hidup, kita tidak akan bisa membalas budi kepada orang tua sekalipun kita merelakan diri kita menjadi budaknya ataupun memberikan mereka harta berlipat ganda. Semua itu tidak ada bandingannya sebaik dan sesempurna Al-Qur’an yang dihafalkan seorang anak untuk dihadiahkan kepada orang tuanya. Ini akan menjadi surprise dan hadiah terbesar bagi orang tua yang memiliki anak yang hafal Al-Qur’an. Rasulullah Saw bersabda:


مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ، فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا؟

 

“Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, lalu mengamalkan isinya, niscaya ia akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat, yang cahayanya lebih bagus dari cahaya matahari di dunia, yang menyinari rumah kalian. Maka bagaimana pendapat kalian terhadap orang yang mengamalkan hal tersebut?” (HR. Abu Daud)

 

3. MENDONGKRAK PRESTASI AKADEMIK

Banyak pengamatan yang dilakukan sementara orang bahwa siswa yang pandai membaca Al-Qur’an dan bisa menghafal Al-Qur’an dengan baik memiliki tingkat konsentrasi/fokus yang lebih tinggi. Hal itu berdampak langsung terhadap pelajaran-pelajaran lainnya. Ia menjadi lebih mudah memahami pelajaran dan lebih mudah menghafal pelajaran, sehingga prestasi akademiknya pun turut terdongkrak. Hal ini bisa dipahami karena siswa yang menghafal Al-Qur’an sudah terbiasa melatih otak dan pikirannya untuk fokus, sekaligus mengasah hatinya untuk selalu tenang. Sementara kita ketahui, fokus dan tenang/rileks adalah kunci agar otak kita bisa menerima sugesti dari luar. Oleh karena itu, tidak heran jika siswa yang menghafal Al-Qur’an, tidak hanya unggul di bidang spiritualnya, tetapi juga di bidang akademisnya.

Spread the love